Skip to content

Pengertian Flora Dan Kingdom Plantae

Indonesia merupakan negara kepulauan, yang mana dari sabang hingga merauke berjajar pulau-pulau. Bahkan indonesia memiliki banyak flora dan fauna endemik. Flora dan fauna adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia.

Flora dan fauna juga memiliki jenis yang beragam, sehingga manusia belum dapat menghitung jumlah keseluruhan dari flora dan fauna yang hidup di daratan dan hidup di perairan. Namun kali ini yang kita bahas adalah tentang pengertian Flora.

Penjelasan Flora

Flora adalah tumbuhan. pengertian secara umum flora adalah segala jenis tumbuhan yang tumbuh di muka bumi ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan Flora karena terdapat 30.000-35.000 jenis flora. Hal itu menyebabkan indonesia peringkat 5 negara flora terkaya di dunia.

Tumbuhan atau biasa di kenal dengan Kingdom plantae merupakan salah satu organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil.

Klorofil adalah pigmen yang dimiliki setiap organisme dan menjadi satu molekul yang berperan utama saat fotosintesis. klorofil memberi warna hijau pda tumbuhan. Tumbuhan juga di sebut kingdom Plantae.

Kingdom plantae di bagi jadi 3 bagian, yaitu Kingdom Pterydophyta (tumbuhan paku), Kingdom Bryophyta (tumbuhan lumut), dan yang terakhir Kingdom Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Berikut ini penjelasnya.

Pembagian kingdom plantae dan flora adalah

1. Kingdom Pterydophyta (Flora Paku)

Mungkin kalian sudah tahu tumbuhan paku, bukan berarti paku yang ada di toko bangunan. Tumbuhan paku di sebut juga dengan tumbuhan Tracheophyta karena berpembuluh. Pterydophyta (Tumbuhan Paku) adalah tumbuhan yang sudah punya akar, daun, dan batang.

Kata Pterydopyta berasal dari dua kata yang di gabung, yakni pteron yang memiliki arti bulu dan phyton yang memiliki arti tumbuhan. Tumbuhan paku termasuk tumbuhan kormus spora, yang akan menyebarkan spora untuk berkembang biak.

Tumbuhan ini biasanya di temukan di tempat lembab, di air, dan menempel di pohon lainnya. Berikut ini penjelasan klasifikasi pada paku secara detail :

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Perydophyta di bagi menjadi 4 bagian yakni Paku purba (psillophyta), paku ekor kuda (Sphenophyta), paku sejati (pterophyta) dan yang terakhir paku kawat (lycophyta). Berikut ini penjelasanya.

1. Paku Purba (Psillophyta)
Flora paku purba

Jenis tumbuhan paku hampir punah. Bahkan sekarang hanya terdapat 10-13 spesies yang masih ada. Paku purba merupakan jenis paku yang sudah primitif dan sudah di temukan fosilnya sejak zaman purba. Paku purba merupakan jenis paku yang paling sederhana dan paling tua.

Bahkan tumbuhan paku ini sudah ada yang punah. Paku purba memiliki ciri-ciri sebagai berikut. tingginya antara 30-100 cm, hidup di daerah iklim tropis dan subtropis, homospora, berdaun mikrofil, dan tidak punya daun sejati.

Tumbuhan paku memiliki daun yang berukuran kecil seperti sisik, batangnya bercabang dan ada klorofilnya. Nutrisi yang di dapatkan berasal dari simbiosis bersama jamur.

Contoh Tumbuhan Paku Purba
  • Selaginella selaginoides
  • Isoetes lacustris
  • Psilotum nudum
  • Asteroxylon mackei
  • Rhynia major
2. Paku Ekor Kuda (Sphenophyta)
tumbuhan paku ekor kuda

Paku ekor kuta memiliki spesies sekitas 20. Dinamakan seperti itu karena memiliki cabang yang berbentuk seperti ular sehingga mirip dengan ekor kuda. Gametofit pada paku ekor kuda bersifat thalloid dan tidak memiliki klorofil.

Tumbuhan paku ekor kuda lebih suka tanah yang basah, di manapu itu baik di pasir maupun di lempung, bahkan ada yang tumbuh di air. Dan dapat menjadi gulma saat berada di ladang karena rizomanya sangat dalam dan menyebar luas ke dalam tanah.

Terdapat spongarium di ujung batangnya untuk memproduksi spora. Sporanya memiliki ukuran yang sama namun jenisnya berbeda. karena itulah tumbuhan paku ekor kuda termasuk dalam paku peralihan.

Memiliki ciri-ciri antara lain gametofitnya kecil dan mengandung klorofil, Batang berongga dan beruas, tidak ada lapisan kambium, trobulus terletak di batang, fotosintesis dilakukan batang, heterospora.

Pada zaman Karbonifer paku ekor kuda dan temannya mendominasi hutan yang ada di bumi. Karena beberapa jenis dapat tumbuh besar sampai 30 meter. Bahkan batu bara merupakan pengerasan sisa-sisa dari hutan purba paku ekor kuda.

Contoh Tumbuhan Paku Ekor Kuda
  • Equisetum arvense
  • Equisetum ramosissimum
  • Calamites (sudah punah)
  • Equisetum palustre.
  • Equisetum Hyemale (Bambu Air)
3. Paku Sejati (Pterophyta)

Pterophyta adalah tumbuhan paku sejati yang umumnya disebut tumbuhan pakis. Paku sejati dapat tumbuh dan hidup di daerah tropis maupun sub tropis. Tumbuhan paku sejati ini memiliki daun yang menyirip.

Tumbuhan paku sejati memiliki spesies sebanyak 12.000 spesies. Paku sejati sering kita jumpai dan kita jadikan hiasan, karena bentuknya yang menarik. Tumbuhan ini juga hidup di air dan hidup di darat.

Tumbuhan paku satu ini biasanya tumbuh di tempat yang lembap dan teduh. Ketika paku sejati tumbuh di tempat terbuka maka akan rusak karena penyinaran matahari.

Ciri-ciri pada tumbuhan paku sejati adalah, Saat masih muda daun akan tergulung pada ujungnya, pada sisi bawah memiliki sporangium, punya daun berukuran besar duduk, bertangkai, dan memiliki banyak tulang.

Contoh Tumbuhan Paku Sejati
  • Suplir / Adiantum (Untuk tanaman hias)
  • Simbar menjangan / Platycerium coronarium (Untuk tanaman hias)
  • Pteris
  • Marsilea crenata (Untuk sayuran)
  • Nephrolepis
  • Dryopteris (Untuk obat)
  • Paku tanduk rusa / Platycerium bifurcatum (Untuk tanaman hias)
4. Paku Kawat (Lycophyta)
tumbuhan paku kawat

Lycopodiopsida atau lycophyta adalah tumbuhan paku kawat memimiliki struktur pembuluh primitif akibat daun yang sempit dan sering duduk. Sehingga mirip dengan sisik atau rambut keras. Paku kawat memiliki kurang lebih 1000 spesies.

Tumbuhan paku kawat ini batangya kaku menyerupai kawat, Sebab itulah dinamakan paku kawat. Beberapa jenis paku kawat memiliki daun yang berlidah (ligula). spongarium yang terdapat di likofita bersusun dalam strobilus dan membentuk di ujung cabang.

Dibagi jadi dua kelas bedasarkan tidak dan adanya ligula (lidah-lidah pada daun), yaitu Kelas Eligulopsida dan Kelas Ligulopsida. Kelas Eligulopsida adalah paku kawat yang tidak mempunyai ligula. Sebaliknya kelas Ligulopsida adalah paku kawat yang memiliki ligula.

Ciri-ciri tumbuhan paku kawat adalah daunnya memiliki satu tulang dan tidak bertangkai, dan punya banyak daun yang berukuran kecil yang tersusun membentuk spiral. Memiliki batang dan akar yang bercabang menggarpu dan kaku.

Gemetofit tumbuhan paku kawat tidak memiliki klorofil dan ada gemetofit yang biseksual dan uniseksual. Spongarium yang terdapat pada strobilus berbentuk kerucut. Paku kawat menghasilkan dua jenis spora (Heterospora).

Contoh Tumbuhan Paku Kawat
  • Asteroxylon
  • Drepanophycus
  • Selaginella
  • Lycopodium

Ciri-Ciri Pterydophyta (Tumbuhan Paku)

Berikut ini merupakan daftar ciri-ciri Perydophyta (Tumbuhan Paku) :

  • Ada akar, daun, batang dan memiliki pembuluxilem dan floem
  • Memiliki akar serabut
  • Hidup pada tumbuhan lain
  • Punya klorofil
  • Mengalamai metagenesis dengan menghasilkan sporadan menghasilkan sel kelamin
  • Tidak menghasilkan biji
  • Tidak memiliki bunga
  • Spora jantan lebih kecil dari yang betina
  • Akar serabut
  • Daun tumbuh menggulung
  • Punya rizom di dalam tanah
  • Sprora di hasilkan oleh sprofil

Peran Manfaat Tumbuhan paku

Akan tetapi Flora satu ini memiliki banyak manfaat yang berguna untuk manusia yaitu sebagai berikut :

  • Untuk obat
  • Sebagai tanaman hias
  • Material bangunan
  • Sebagai penggosok
  • Untuk sayuran
  • Untuk pupuk
  • Salah satu bahan kerangka bunga
  • Sumber fossil

2. Kingdom Bryophyta (Flora Lumut)

Flora lumut menempel pada tembok

Bryophyta berasal dari bahasa yunani, yakni Bryum yang memiliki arti lumut dan Phyton yang Memiliki arti Tumbuhan. Di karenakan lumut Memiliki sel plastida yang bisa menghasilkan Klorofil, oleh d itu Lumut dapat memproduksi makananya sendiri dan bersifat autotrof.

Tumbuhan lumut adalah jenis tumbuhan yang tidak memiliki organ sejati, yaitu akar, batang, dan daun. Sebab lumut tidak memiliki pembuluh pengangkut floem dan xilem.

Karena tidak punya floem dan xilem, air memasuki tubuh lumut dengan cara imbibisi. Setelahnya didistribusikan ke bagian lumut secara defuse, daya akpilaritas dan dengan aliran sitoplasma. Sistem pengangkut itulah yang membuat lumut hidup di rawa dan tempat teduh.

Tumbuhan lumut atau Bryophyta memakai rizoid atau seperti akar dengan fungsi sebagai menempel di tanah ataupun media lainya. Lumut biasanya sering tumbuh dengan mudah di tempat yang lembab dan juga basah. Pergiliran keturunan (metagenesis) terjadi pada lumut.

Bryum ini merupakan termasuk sebagai golongan kormofita berspora. Dikarenakan Lumut adalah tumbuhan yang menghasilkan spora untuk alat berkembang biak. Tumbuhan lain yang juga termasuk kormofita berspora adalah tumbuhan paku.

Kutikula lilin menyelimuti Tumbuhan lumut, kutikula lilin ini memiliki fungsi mengurangi penguapan secara berlebihan dari tubuhnya. Peristiwa itu berguna untuk beradaptasi di lingkungan yang tidak basah.

Pada umumnya Tumbuhan lumut hidup didaratan, Memiliki warna hijau, dan berukuran kecil. Ukuran terbesar lumut adalah kurang dari 50 cm. Lumut hidup di kayu gelondongongan, batu, pohon, tanah. Hampir di semua benua terdapat lumut, kecuali laut.

Tubuh Bryophyta dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu bagian gametofit dan sporofit. Lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Sehingga dapat melakukan dua cara adaptasi untuk tumbuh di tanah.

  1. Adaptasi yang pertama adalah tubuh pada lumut diselimuti dengan kutikula lilin sehingga bisa mengurangi penguapan yang terjadi di tubuhnya.
  2. Adaptasi yang kedua adalah gametnya berkembang didalam gametangium, sehingga zigot dari fertilisasi berkembang dalam jaket pelindung.

Struktur Tumbuhan Lumut

Lumut juga mempunyai beberapa struktur, Berikut ini adalah struktur yang terdapat pada tumbuhan lumut :

  • Kolumera, merupakan jaringan yang tidak bisa terlibat pada sejumlah pembentukan terhadap spora.
  • Apofilis yang dapat di lebarkan di bagian ujung dan bisa dilengkapi dengan sebuah kotak spora pada transisi.
  • Batang atau Seta
  • Vaginula, merupakan sebuah akar yang ditutupi dengan lapisan sisa dinding archegonium.
  • Calipitra atau kap ini berasal dari dinding ahegonium yang menjadi kap kotak spora.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut memiliki 3 kelas bagian, yaitu yang pertama adalah lumut daun (Bryopsida), yang kedua lumut hati (Hepaticophyta), dan yang ketiga lumut tanduk (Anthocerotophyta). Berikut ini penjelasan masing-masing kelas.

1. Lumut Daun (Bryophyta)
Gambar lumut
Kingdom Plantae
Divisi  Bryophyta
Kelas Bryopsida
Ordo Bryopceales
Keluarga Bryopceae
Genus Bryopsida
Sepesies Bryopsida sp

Lumut daun biasanya disebut dengan lumut sejati. sebab dapat di bedakan antara daun, batang, dan rizoidnya. Rizoid inilah yang menyebabkan lumut daun bisa menempel pada tanah maupun media lain. Tetapi perlu diketahui bahwa daun, batang, dan akarnya beda dengan tumbuhan vaskuler.

Selain lumut sejati lumut daun juga memiliki nama lain yaitu musci. Lumut daun juga tumbuhan kecil yang memiliki batang semu dan tumbuh dengan tegak.

Dibandingkan dengan Lumut hati dan lumut tanduk lumut daun ini memiliki spesies paling banyak, yaitu sebanyak 6000 spesies. Lumut daini menyerupai tumbuhan kecil yang berdiri tegak sekitar 10 cm, ada juga yang mencapai 40 cm.

Habitat lumut daun terdapat di tanah yang gundul atau mengalami kekeringan, di antara rumput, di atas batu yang cadas, rawa, batang pohon, dan hanya sedikit yang tumbuh di dalam air.

Apabila tumbuh di rawa akan berbentuk seperti rumpun, akan tetapi jika di daerah yang kering akan membentuk bantalan. Saat tumbuh di tanah hutan akan membentuk lapisan permadani. dan di daerah gambun bisa menutupi lahan samapai beribu kilometer.

Akan tetapi lumut hampir tidak menghisap air dari dalam tanah, bahkan lumut melindungi tanah dari penguapan air yang sangat besar. dan daunya berukuran kecil tersusun mengelilingi batang seperti spiral.

Ciri-Ciri Lumut Daun
  • Gemetofit tumbuh secara tegak atau merayap
  • Talus gemetofit tidak bisa di bedakan antara batang dan struktur daun
  • Talus gemetofit memiliki simetri radial
  • Berkembang dari protonema
  • Tidak memiliki elater
  • Saat perkembangan kapsul, tangkai bertambah panjang dengan perlahan
  • kapsulnya memiliki kolumela
  • Mempunyai kutila dan stomata yang bisa mencegah menghilangnya air dari dalam sel
  • Mempunyai batang, daun, dan rizoid
  • Daun terdiri dari satu sel dengan rusuk tenganh. bersusun melingkari batang atau spiral
  • Stomata di bagian kapsul bawah bersifat fotosintetik
  • Arkegonium menempel di atas kapsul dan berbentuk kalipra
  • Reproduksi vegetatif
Contoh Tumbuhan Lumut Daun
  • Andreaea petrophila
  • A. Rupestris
  • Polytrichum commune
  • Sphagnum fimbriatum
  • S. squarrosum
  • S. acutifolium
  • Funaria hygrometrica
  • Hpynodendron reinwardtii
  • Mniodendton divaricatum
  • Pogonatum cirrhatum
  • Georgia pellucida
2, Lumut Hati (Hepaticophyta)
Gambar Lumut
Kingdom Plantae
Divisi Hepaticophyta
Kelas Hepaticosida
Ordo Hepaticoccales
Keluarga Hepaticoceae
Genus Hepaticopsida
Spesies Hepaticiopsida sp

Lumut hati atau Hepaticophyta memiliki bentuk tubuh yang pipih menyerupai lembaran banyak lekukan membentuk seperti hati dan memiliki lobus. Lobus adalah istilah penyebutan struktur talus dari lumut hati.

Hepaticophyta Biasanya di sebut dengan nama talus, disebabkan karena tidak memiliki daun, batang, dan akar. hal itu menyebabkan orang mengangap lumut hati adalah kelompok peralihan dari Thallophyta ke Cormophyta

Jenis spesies yang dimiliki lumut hati kurang lebih sebanyak 6000-8500 spesies dan hampir tersebar di seluruh dunia. Akan tetapi Tumbuhan lumut ini juga memiliki manfaat untuk menahan erosi dan sebagai obat-obatan (obat radang hati).

Lumut hati tidak ideal tumbuh ditanah bergambut yang bersifat asam dan memiliki sedikit unsur hara. Salain itu dapat tumbuh di dasar hutan yang lebat, bebatuan, dinding tua yang lembab

Banyak yang memperkirakan tumbuhan lumut ini adalah tumbuhan pertama yang melakukan proses transisi dari laut ke darat.

Akan tetapi Lumut hati pada umumnya tumbuh di tempat yang memiliki curah hujan tinggi atau hutan tropis, yang mana memiliki anekaragam jenis lumut hati. Selain itu semua lumut hati dapat kita temui di permukaan air.

Tumbuhan lumut hati di klasifikasikan menjadi tiga yaitu Ordo marchantiales, Ordo sphaerocarpales, Ordo jungermaniales.

Siklus hidup Lumut Hati
Siklus hidup lumut hati

Pada siklus kehidupan lumut hati hampir sama dengan siklus lumut daun, yang mana fase gemetofit lebih dominan. Cara proses metagenesis pada lumut hati sebagai berikut :

  1. Pada proses awal fase gemetofit dimulainya metagenesis
  2. Protonema tumbuh dari spora yang telah berimigrasi
  3. Terdapat jenis protonema betina dan jantan
  4. Gemetofit jantan dan betina berasal dari protonema jantan dan betina yang sudah dewasa
  5. Gemetofit betina akan berbentuk arkegoniofor yang mana tempat arkegonium berada.
  6. Dilanjutkan gemetofit jantan yang berada di dalam anteridium akan membentuk anteridiofor di tempat membuat sprema dengan mitosis. Sperma ini bersifat haploid.
  7. Ovum akan dihasilkan oleh arkegonium
  8. Sperma masuk ke arkegonium dan terjadi proses fertilisasi
  9. Untuk memudahkan sperma pada lumut hati mempunyai dua flagel
  10. di karenakan sperma dan ovum haploid maka zigotnya diploid
  11. Zigot berkembang menjadi embrio, yang memiliki tiga struktur daerah yaitu kaki, kapsul elliplis, dan seta
  12. Induk spora yang diploid akan membelah secara meiosis 1 tetrad lalu membelah lagi dengan meiosis 2 membentuk 4 sel spora yang memiliki sifat haploid
  13. Spora keluar dan mengulang kembali metagenesis sebagai individu baru
Ciri-Ciri Lumut Hati
  • Reproduksi seksual terjadi pada peleburan dua sel spermatozoid dan ovum
  • Talus gametofitnya tidak bisa di bedakan antara struktur daun dan struktur batang, akan tetapi akarnya berupa rizoid
  • Berbentuk pipih dorsiventral talus gametofitnya
  • Permukaan dirsal gametofit dibendtuk arkegonium dan anteridium yang membentuk kayak payung
  • Talus sprofit berukuran sangat kecil, saking kecilnya sampai tidak terlihat
  • Pada umumnya memiliki dua rumah (dioseus). akan tetapi ada juga spesies yang memiliki satu rumah (monoseus)
  • Hidup di tempat yang lembab
Contoh Tumbuhan Lumut Hati
  • Marchantia polymorpha (untuk obat hepatitis)
  • Marchantia geminata
  • Reboulia hemissphaerica
  • Riccia fluitans
  • R. nutans
  • R. trichocarpa
  • Pellia epiphylla
  • Pellia endivifolia
  • Blasic pusilla
  • Jungermannia
  • Haplomitrium
  • Scapania nemorosa
3. Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)
Gambar lumut
Kingdom Plantae
Divisi Anthocerotophyta
Kelas Anthocerotopsida
Ordo Anthocerothales
Keluarga Anthocerotaceae dan Notothylaceae.
Genus Anthoceros 
Spesies Anthoceros punctatus

Lumut tanduk (Anthocerotophyta) memiliki gametofit yang sama dengan gametofit yang dimiliki oleh lumut hati. Akan tetapi memiliki perbedaan pada sporofitnya yang berbentuk kapsul panjang dengan hamparan gametofit yang lebar dan bebentuk memanjang seperti tanduk.

Lumut satu ini dapat di tanam didalam akuarium, dengan cara menempelkan putongan tunas lumut yang mengandung rizoid pada batu di bawah akuarium. Dengan itu akan cepat tumbuh menjadi rumpun yang tebal.

Talus pada lumut tanduk sangatlah sederhana dan juga hanya mempunyai satu kloroplas setiap selnya. Bagian bawah talus ada stomata dengan dua sel penutup. Lumut tanduk memiliki hubungan yang dekat dengan tumbuhan vaskuler, hal itu berdasarkan nukleatnya.

Habitat lumut tanduk terdapat pada tanah mineral di tanah mineral pegunungan, bukit. Akan tetapi sangat tidak ideal lumut hati tumbuh di tanah gambut yang asam dan sedikit unsur hara.

Lumut tanduk merupakan flora kecil, tidak berbunga yang termasuk dalam tumbuhan nonvaskuler dan dapat hidup di daratan dan hidup diair. Terdapat 300 spesies yang telah di temukan.

Pada fase sprofoit dan fase gametofit dilakukan dengan cara bergantian. Susunan sporogonium yang dimiliki lumut tanduk sangatlah rumit dibandingkan dengan lumut hati dan lumut daun.

Ciri-Ciri lumut Tanduk
  • Akar berupa rizoid
  • Talus gametofit memiliki bentuk pipih dorsiventral atau seperti cakram
  • Struktur badan Lumut Tanduk berjenis talus, akan tetapi sporofitnya memiliki bentuk kapsul panjang
  • Sporogonium tidak emempunyai tangkai
  • Memiliki bentuk seperti tanduk dengan panjang antara 10-15 cm
  • Marga dimasukan dalam satu golongan yaitu suku
  • Membuat kapsul spora si sporogonium dengan tidak bersamaan, akan tetapi dimulai dari atas hingga berturut-turut sampai bawah
  • Anthocerotales hanya terdiri satu suku, yaitu Anthocerotaceae
  • Arkespora memproduksi sel yang mandul, biasanya disebut dengan nama elatera
Contoh Tumbuhan Lumut Tanduk
  • Anthoceros fusiformis
  • Notothylas valvata
  • Anthoceros punctatus
  • Phaeoceros laevis
  • falioceros
  • Leiosporoceros

Manfaat Tumbuhan Lumut

Adapun manfaat dari Flora satu ini sangatlah banyak dan berguna untuk manusia yaitu sebagai berikut :

  • Mencegah erosi pada tanah
  • Bisa mencegah banjir
  • Saat mati bisa jadi pupuk
  • Untuk obat antiseptik, anti jamur
  • bisa mengobati luka bakar
  • Meningkatkan sumber air

3. Kingdom Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Flora berbiji

Flora atau tumbuhan berbiji memiliki nama latin Spermatophyta yang berasal dari kata yunani, yaitu sperma yang berarti biji dan phyton yang berarti tumbuhan. Tumbuhan ini memiliki ciri khas dengan suatu organ yang berupa biji.

Konsisfer pada tumbuhan berbiji termasuk dalam heterospora. Yang mana heterospora adalah tumbuhan yang menghasilkan dua jenis spora yang memiliki masing-masing ukuran yang berbeda.

Biji adalah alat melestarikan tumbuhan yang memiliki ketersangkutan. Selain itu semua biji berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan yang digunakan organisme lain, agar kebutuhanya terpenuhi.

Selain heterospora tumbuhan berbiji juga termasuk dalam kormophyta, karena mempunyai batang, akar, daun sejati. Tumbuhan berbiji juga bisa menghasilakan bunga sehinga masuk dalam golongan anthophyta.

Habitat tumbuhan berbiji biasanya berada di daratan, akan tetapi ada juga yang mengapung di atas perairan. Spora pada Spermatophyta dihasilkan dari meosis di dalam sporangia. Akan tetapi spora pada tumbuhan berbiji tidak di lepaskan melainkan akan di pertahankan.

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji di bagi dalam dua kelompok, yaitu gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Diantara keduanya yang menjadi pembeda adalah gymnospermae mengembangkan bunga berwarna, sedangkan angiospermae tidak.

Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka)
Tumbuhan biji terbuka

Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka) Ini berasal dari bahasa yunani, yaitu gymnos yang memiliki arti terbuka/telanjang sedangkan spermae berarti biji. Atau tumbuhan gymnospermae termasuk kelompok tumbuhan berbiji yang Tidak dilindungi oleh daging buah atau ovarium.

Pada umumya memilki ciri-ciri dengan daun tebal, banyak cabang, tudung daun berbentuk kerucut. Tumbuhan ini belum mempunyai bunga yang sesunguhnya.Tumbuhan ini sudah hidup di bumi sejak zaman Devon atu sekitar 410-360 juta tahun yang lalu.

Ada empat kelompok pada Gymnospermae, yaitu sebagi berikut :

  1. Ginkophyta, memiliki tunas pendek, daun yang membentuk seperti pasak atau kipas dan memiliki tangkai daun
  2. Cycadophyta/Cycadales, memiliki batang yang tidak bercabang, daunya majemuk tersusun menjadi tajuk pada pucuk pohon,
  3. Pinophyta/Coniferales, tudung daun memiliki bentuk kerucut atau konifer, mengunakan strobilus sebagai alat reproduksi pada betina maupun jantan, bentuk daunya seperti jarum
  4. Gnetophyta/Gnetales, banyak cabang yang terdapat dibatang, memiliki kelamin tunggal pada bunga, daun berbentuk tungal saling menghadap
Contoh Tumbuhan Berbiji Terbuka
  • Pakis haji
  • Damar
  • Cupressus sp
  • Araucaria sp
  • Juniperus sp
  • Pinus merkusii
  • Mlinjo
  • Ginkgo
  • Cemara
Angiospermae (Tumbuhan Biji Tertutup)
Tumbuhan biji tertutup

Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup) Ini berasal dari bahasa yunani, yaitu angios yang memiliki arti tertutup sedangkan spermae berarti biji. Tumbuhan gymnospermae termasuk kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya terlindungi oleh daging buah atau ovarium.

Ciri-ciri yang terdapat pada tumbuhan berbiji tertutup adalah berakar tunggang, memiliki akar, batang, daun sejati dan pada umunya berbentuk pohon. Tumbuhan berbuji tertutup diklasifikasikan jadi dua. Spesiesnya lebih dari spesies yang dimiliki tumbuhan biji terbuka.

Klasifikasi Tumbuhan Biji Tertutup

Sesudah mengetahui ciri-ciri tumbuhan biji tertutup, maka sekarang akan menjelaskan pembagian klasifikasi pada Angiospermae, yaitu Tumbuhan Berbiji Tertutup Bertipe Monokotil dan Dikotil.

Perbedaan Morfologi dan anatomi tumbuhan dikotil dan monokotil
Perbedaan morfologi dan anatomi tumbuhan dikotil dan monokotil
  • Tipe Monokotil, Pada biasanya memiliki biji tunggal, memiliki kayu karena memiliki kambium. dengan ciri
    • Berbentuk kecil
    • Tidak bercabang
    • Urat daun berbentuk sejajar
    • Mahkota bunga berjumlah lipatan tiga
    • Memiliki akar serabut
  • Tipe Dikotil, Pada biasanya berwujud pohon, semak atau perdu, dengan ciri
    • Batangkayu keras nercabang
    • Batang memiliki kambium
    • Mahkota bunga berjumlah lipatan dua atau lima
    • Daun menyirip atau menjari
Contoh Tumbuhan Biji Tertutup
  • Jambu
  • Mangga
  • Apel
  • Peer
  • Rambutan
  • Alpukat
  • Kunyit
  • Bambu
  • Meranti
  • Anggur

Peran Manfaat Tumbuhan Berbiji

  • Makanan pokok
  • Sebagai obat
  • Bahan bangunan
  • Sebagai sayuran
  • Untuk bahan pakaian
  • Sumber oksigen
  • Sebagai pupuk

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 pemikiran di “Pengertian Flora Dan Kingdom Plantae”