Skip to content

Keunikan Dan Fakta Badak Jawa

fakta badak jawa
binatang endemik indonesia
KerajaanAnimalia
KelasMamalia
FilumChordata
SubFilumVertebrata
FamiliRhinocerotidae
Super FamiliRhinocerotides
OrdoPerissodactyla
Super OrdoMesaxonia
GenusRhinoceros
SpesiesR. sondaicus
SubSpesies Rhinoceros sondaicus annamiticus
R. sondaicus inermis (sudah punah)
R. sondaicus sondaicus

Siapa sih yang tidak kenal dengan Badak Jawa atau Badak bercula satu, yang memiliki nama ilmiah Rhinoceros sondaicus. Nama ilmiah tersebut diambil dari kata yunani Rhino Yang berari Hidung dan Ceros yang memiliki arti cula, sedangkan sondaicus mengindikasikan lokasi Sunda berarti Jawa. Berikut penjelasan lebih lengkap dan fakta badak jawa.

Badak Jawa merupakan hewan endemik Indonesia yang sangat langkah. Ternyata Badak jawa termasuk anggota famili Rhinoceroditae. selain itu Badak jawa juga masuk genus yang sama dengan Badak India.

Spesies Badak Jawa ini diklasifikasikan sebagai sangat terancam (critically endangered) dalam Daftar Merah oleh IUCN. Yang mana Populasinya hanya tinggal 50 sampai 60 ekor saja. hal tersebut terjadi karena banyak nya perburuan yang dilakukan manusia.

Kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Badak Jawa seperti beberapa ciri-ciri, manfaat dan tidak lupa fakta Badak Jawa. Mungkin salah satu dari kalian semua akan terkejut dengan fakta Badak Jawa ini. Berikut daftar fakta Badak jawa

Fakta Badak Jawa / Badak Bercula Satu

Tentunya Setiap hewan pasti memiliki keunikan, kelebihan, dan kekuranganya masing-masing. Berikut ini merupakan kumpulan dari keunikan dan fakta Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang jarang sekali di ketahui banyak orang dan sangat mengejutkan:

1. Dulu Tersebar Luas

Meskipun bernama Badak jawa, ternyata Badak ini tidk hanya hidup di pulau jawa looh. Badak ini pernah menyebar luas di sepanjang nusantara, Asia Tenggara, India dan juga daratan Tiongkok, akan tetapi pada saat ini hanya tersisa di pulau jawa, lebih tepatnya di ujung kulon, Banten.

2. Badak Jawa Hewan langkah Dan Dilindungi Pemerintah

Saat ini populasi yang dimiliki oleh Badak Jawa tidak lebih dari 60 ekor saja. Banyak manusia yang memburu Badak Jawa. lalu kenapa badak diburu, karena cula badak dijadikan sebagai obat-obatan tradisional dan hiasan. Selain perburuan ada juga faktor yang hambatan bagi Badak jawa, seperti faktor habitat.

Hal itulah yang menjadikan populasi Badak Jawa terus menerus berkurang, dan menyebabkan Badak Jawa menjadi terancam. Pemerintah daerah juga telah memunculkan UU terkait perlindungan terhadap Badak Jawa. Seperti yang sudah tercantum pada:

  • Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3802 )
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/MenLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan.
  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya

3. Badak Hewan Soliter Yang Tidak Memiliki Predator

Badak jawa ternyata tidak memiliki predator selain pemburu atau manusia sendiri. Selain tidak memiliki predator, ternyata Badak jawa adalah hewan soliter. Lalu apakah hewan soliter itu ?, hewan soliter adalah hewan yang hidup sendiri dengan mandiri atau biasanya hanya hidup bersama pasangannya saja.

Lalu apasajakah contoh dari hewan soliter, contoh hewan soliter yaitu Kanguru, Koala, Beruang kutub, Platipus, dan Bahkan Anoa dan Harimau Sumatera yang termasuk hewan endemik indonesia.

4. Habitat Badak Jawa

taman nasional ujung kulon

Habitat (tempat hidup) badak jawa adalah hutan hujan dataran rendah dan rawa-rawa (tropical rainforest dan mountain moss forest), beberapa kita jumpai pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Badak jawa terdapat di daerah barat pulau Jawa tepatnya di Taman Nasional Ujung Kulon.

Tempat-tempat yang rimbun dengan semak dan perdu yang rapat serta menghindari tempat-tempat yang terbuka, terutama pada siang hari. Hutan teduh dan rapat, seperti halnya formasi langkap disukai badak untuk bernaung dan berlindung dari kejaran manusia.

Pada pulau jawa tidak hanya terdapat satu hewan endemik indonesia melainkan ada juga Elang Jawa yang menguasai langit pulau jawa ini dan termasuk dalam hewan endemik Indonesia.

5. Ancaman Untuk Badak Jawa

Sudah tidak ditemukan kasus perburuan liar badak Jawa sejak tahun 1990-an karena penegakan hukum yang efektif oleh otoritas taman nasional yang diiringin dengan inisiatif-inisiatif seperti Rhino Monitoring and Protection Unit (RMPU) serta patroli pantai. Ancaman terbesar bagi populasi badak Jawa adalah:

Berkurangnya Keragaman Genetis

Populasi badak Jawa yang sedikit menyebabkan rendahnya keragaman genetis. Hal ini dapat memperlemah kemampuan spesies ini dalam menghadapi wabah penyakit atau bencana alam (erupsi gunung berapi dan gempa).

Degradasi Dan Hilangnya Habitat

Ancaman lain bagi populasi badak Jawa adalah meningkatnya kebutuhan lahan sebagai akibat langsung pertumbuhan populasi manusia. Pembukaan hutan untuk pertanian dan penebangan kayu komersial mulai bermunculan di sekitar dan di dalam kawasan lindung tempat spesies ini hidup.

6. Perilaku Pada Badak Jawa

Badak jawa sangat senang berendam dalam Lumpur, dimana dia dapat diam berdiri tegak didalam kubangan selama 4 sampai 6 jam. Tujuan mandi dan berendam dalam lumpur ini adalah untuk mendinginkan suhu badan dan kulit serta mencegah parasit yang sering mengganggu kulitnya.

Oleh karena itu, kubangan menjadi sangat penting bagi sang badak untuk berendam, berjemur,
bersantai bahkan untuk tidur. Sehingga tidak heran bila sang badak ini akan bertempur habis-habisan dalam mempertahankan atau memperebutkan kubangannya dari satwa lain yang senang berkubang seperti banteng dan babi hutan.

Bila hal ini terjadi dan satwa lain tidak mau mundur, maka sang badak akan bertekad anda atau saya yang mati. Pertempuran yang terjadi akan berakhir dengan kematian pada salah satu pihak.

7. Bisa Lari Kencang

Fakta badak jawa kali ini mungkin baru kalian semua ketahui, meskipun badak memiliki tubuh yang pendek dan memiliki berat badan sangat berat, ternyata badak sanggup lari dengan kecepatan mencapai  50 km/jam. Wow cukup cepat ya di bandingkan kebau yang hanya 30 km/jam.

8. Musim Kawin Badak Jawa

fakta badak jawa perkembangan yang lambat

Badak jawa memiliki usia yang cukup panjang, yaitu mencapai usia 35 tahunan atau lebih. Badak jantan akan dewasa kelamin pada usia 6 tahun dan Badak betina dewasa kelamin pada usia 3,5 tahun.

Sebagaimana jenis badak pada umumnya, Badak jawa mempunyai perilaku unik dalam menarik perhatian pasangan pada saat bercumbu dan melakukan perkawinan. Cara menarik pasangan dilakukan dengan saling adu kekuatan dan berkelahi.

Dimulai dengan suara ancaman yang kemudian dilanjutkan dengan bentrok adu kekuatan, biasanya dimulai oleh Badak betina. Sehingga tidak mengherankan, adanya luka-luka pada Badak Jawa. Namun demikian, tidak pernah dijumpai adanya perkelahian antara sesama jantan untuk memperebutkan betina.

Masa-masa kehamilan Badak Jawa berkisar antara 16 sampai dengan 19 bulan. Sejak kelahirannya, anak Badak tersebut akan terus tinggal dan hidup bersama induknya hingga berusia 6 tahun.

Induk Badak jarang dapat bereproduksi kembali sebelum sang anaknya mencapai usia 3 tahun. Oleh karena itu badak jantan biasanya baru bergabung menjadi kelompok keluarga Badak yang terdiri jantan, betina dan anak pada saat anak Badak telah mencapai usia minimal 3 tahun.

9. Badak Hewan Herbivora

Badak atau badak jawa merupakan hewan herbivora, hewan herbivora adalah hewan yang memakan tumbuhan. Biasanya badak jawa memakan tunas, daun-daun muda, kulit kayu, buah-buahan, seperti mangga liar, Tahukah kalian Hewan Badak dapat menghabiskan 50 kg makanan setiap harinya.

Ciri-Ciri Badak Jawa

Ciri-ciri badak jawa

Ciri-ciri yang khas dari Badak Jawa adalah memiliki bibir atas hooked upped (lengkung-mengait kebawah), bercula satu dengan ukuran panjang sampai 25 sentimeter, kulit berwarna abu-abu dan tidak berambut.

Bibir atas tersebut memiliki kelenturan yang dipergunakan untuk mengait dan menarik dedaunan dari ujung ranting kedalam mulutnya sewaktu makan. Ciri yang sangat menonjol lainnya adalah memiliki lipatan kulit tubuh seperti Armor platted (baju besi).

Baju besi kulit Badak ini membuat penampilannya menjadi sangat gagah dan anggun. Hal itu mengingatkan kita kepada baju besi untuk berperang para kesatria kerajaan Yunani atau kerajaan Romawi.

Berikut ini merupakan Morfologi Badak Jawa:

  • Cula kecil dengan panjang sekitar 25 cm untuk badak jantan sementara badak betina hanya memiliki cula kecil atau tidak sama sekali.
  • Berat badan antara 900 sampai 2.300 kg.
  • Memiliki panjang badan 2 sampai 4 meter.
  • Tinggi sekitar 1,7 meter.
  • Berwarna abu-abu dengan tekstur kulit yang tidak rata dan Memiliki bintik.
  • Badak jantan mencapai fasedewasa setelah 10 tahun, sementara yang betina pada usia 5 sampai 7 tahun dengan masa mengandung selama 15 – 16 bulan.
  • Bagian atas bibirnya meruncing untuk mempermudah mengambil daun dan ranting.
  • Tubuhnya terbungkus kulit yang tebalnya antara 25-30 mm.
  • Tubuhnya tidak berambut kecuali pada bagian telinga dan ekornya.
  • Warna cula abu-abu gelap atau hitam, warnanya semakin tua semakin gelap, pada pangkalnya lebih gelap dari pada ujungnya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *