Skip to content

Keunikan Dan Fakta Burung Jalak Bali

Gambar jalak bali
KerajaanAnimalia
OrdoPasseriformes
FamiliSturnidae
KelasAves
FilumChordata
GenusLeucopsar
SpesiesLeucopsar rothschildi

Siapa sih yang tidak mengenal burung jalak bali, Burung endemik Indonesia khas pulau dewata (Bali) yang memiliki warna bulu putih dan kelopak mata yang berwarna biru ini. Burung Jalak bali hanya dapat kita temukan pada pulau bali. fakta burung jalak bali ternyata sangat banyak looh, sebelum itu mari kita simak yang berikut ini.

Burung jalak bali memiliki nama latin Leucopsar rothschildi atau biasanya dikenal sebagai Curik Ketimbang Jalak. Jalak bali merupakan sejenis burung pengicau, yang berukuran sedang, dan panjang kurang lebih 25 cm.

Pertama kali Jalak bali ditemukan pada tahun 1910. Asal-usul nama ilmiah jalak bali berasal dari pakar hewan yang berkebangsaan Inggris dan orang pertama yang mendeskripsikan jalak bali pada dunia pengetahuan, yaitu bernama Walter Rothschildi.

Tentu saja kali ini kita akan membahas tentang Jalak bali seperti beberapa ciri-ciri, manfaat dan tidak lupa fakta Jalak Bali. Mungkin salah satu dari kalian semua akan terkejut dengan fakta Jalak bali ini. Berikut daftar fakta burung Jalak bali:

Fakta Burung Jalak Bali

Tentunya Setiap hewan pasti memiliki keunikan, kelebihan, dan kekuranganya masing-masing. Berikut ini merupakan kumpulan dari keunikan dan fakta burung Jalak bali asli pulau dewata yang jarang sekali di ketahui banyak orang dan sangat mengejutkan:

1. Jalak Bali Hanya Terdapat di Indonesia

Gambar peta indonesia

Fakta Jalak bali ini mungkin sudah tidak asing bagi kita semua, karena burung jalak bali merupakan hewan endemik indonesia, yang berada pada pulau bali. Karena burung ini satu satunya spesies endemik dari bali, maka pada tahun 1991 dijadikan sebagai lambang provinsi bali. dengan nama maskot Jali.

Karena burung Jalak Bali merupakan salah satu dari hewan endemik indonesia kita harus bangga dan senang. Lalu apa sajakah hewan endemik indonesia, contohnya Komodo khas nusa tenggara, Elang Jawa, Harimau Sumatera, Anoa khas sulawesi, Badak bercula satu, kanguru, dan orangutan Sumatera.

2. Jalak Bali Suka Berkicau

Burung jalak bali dijadikan sebagai pelatih burung-burung yang lainya agar berkicau merdu. Kebanyakan dari pengemar kicauan burung menjadikan jalak bali sebagai pelatih karena burung jalak bali sendiri sering aktif bergerak dan aktif berkicau.

3. Hewan Yang Terancam Dan Dilindungi Pemerintah

Banyak orang yang memburu jalak bali karena memiliki warna bulu yang indah dan banyak juga yang menjadikan jalak bali sebagai pelatih untuk burung kicau. Selain perburuan ada juga faktor yang hambatan bagi jalak bali, seperti faktor predator dan faktor alam

Hal itulah yang menjadikan populasi Jalak bali terus menerus berkurang, dan menyebabkan jalak bali menjadi terancam. Pemerintah daerah juga telah memunculkan undang-undang terkait perlindungan terhadap burung jalak bali. Seperti yang sudah tercantum pada:

  • BAB IV Penegakan hukum atas perburuan liar jalak bali di taman nasional bali barat ditinjau dari UU No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru dalam Mencegah dan Menanggulangi Perburuan Jalak Bali pada TNBB
  • Surat keputusan Menteri Pertanian No 421/Kpts/Um/8/1970 pada tanggal 26 Agustus 1970 dan peraturan pemerintah No 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan Satwa jalak Bali merupakan satwa yang dilarang perdagangannya, kecuali hasil penangkaran generasi ketiga (indukan yang bukan dari alam).

4. Termasuk Hewan Yang Penurut

Burung jalak bali ternyata memiliki sifat yang penurut. sifat ini berbeda dengan sifat sifat yang terdapat pada burung lainya. Karena jalak bali termasuk hewan yang penurut, sehingga gampang untuk dijinakkan.

5. Memiliki Habitat Yang Sangat Indah

keindahan pulau bali

Fakta Jalak bali satu ini sangatlah mengagumkan karena sudah jelas Jalak bali terdapat pada pulau bali. Akan tetapi pulau bali ini memiliki banyak keistimewahan dan juga keindahaan, sehingga biasanya disebut dengan istilah surga dunia.

Pulau bali memiliki banyak tempat wisata yang terkenal diseluruh Indonesia bahkan juga terkenal didunia Contohnya pantai kuta, Pantai Pandawa, dan lain-lain. Selain terkenal karena pemandanganya, Bali juga memiliki budaya yang unik, seperti rumah adat dan pakaian adat.

6. Pernah Menjadi Gambar Pada Uang Logam

uang jalak bali

Fakta burung jalak bali ini sangat unik karena selain menjadi maskot bali ternyata jalak bali juga pernah menjadi gambar uang logam. Mungkin dari kita semua sudah pernah menyadari atau pernah melihat gambar jalak bali pada pecahan uang logam Rp,200 keluaran Bank Indonesia (BI) pada tahun 2003.

7. Memiliki Sifat Monomorfik

Sebagian besar spesies unggas secara seksual bersifat monomorfik, yaitu sulit untuk membedakan secara morfologi antara individu jantan dan betina dengan kata lain sifat monomorfik memperlihatkan sedikit sekali perbedaan seperti warna bulu dan ukuran tubuh.

Hal tersebut dapat menyebabkan penentuan jenis kelamin secara morfologi luar sulit dilakukan bahkan mustahil untuk dilakukan. Beberapa burung dimorfikpun sewaktu akan tidak memperlihatkan perbedaan morfologi seksual.

Jalak Bali merupakan salah satu burung dimorfik yang suwaktu-waktu akan sulit dibedakan antara jantan dan betina, sedangkan pada saat dewasa burung Jalak Bali antara jantan dan betina dapat kita bedakan.

Metode Sexing pada Burung Monomorfik

Pada dasarnya ada dua metode sexing yang terdapat dalam identifikasi jenis kelamin pada burung yang bersifat monomorfik, yaitu secara molecular dan non molecular. Metode non molecular yang umum digunakan adalah vent sexing, laparoskopi, sexing steroid pada feses dan
karyotyping. Berikut penjelasan masing-masing metode

Identifikasi Jenis Kelamin dengan Metode Non Molecular

Metode Non molecular terbagi menjadi empat yaitu Vent sexing, Laparoskopi, Sexing steroid pada feses, dan Karyotyping. Berikut ini penjelasannya masing-masing:

a. Vent sexing

Merupakan metode yang ditemukan oleh seorang profesor asal jepang pada tahun 1930 yang bernama Kiyoshi Masui. Vent sexing terjadi pada area kloaka berguna untuk mengidentifikasi jenis kelamin antara jantan dan betina.

Pada calon penjantan biasanya memiliki tonjolan seperti seperti jerawat atau lubang jarum berwarna kuning, putih dan hitam. Sedangkan pada calon betina tidak memiliki tonjolan namun
memiliki ovarium yang berbentuk seperti V.

Vent sexing sangat sulit dikarenakan membedakan tonjolan yang sangat kecil. Vent sexing digunakan pada sekolah sexing ayam, metode ini dapat dengan mudah mendapatkan hasil yang akurat hingga mencapai 95%.

Seorang yang ahli dalam sexing juga dapat melakukan kesalalahan dalam identifikasi jenis kelamin. Aplikasi metode vent sexing sulit untuk dilakukan karena harus membedakan tonjolan yang sangat kecil, sehingga memerlukan seorang ahli yang sangat berpengalaman dan terlatih

b. Laparoskopi

Metode ini dapat melihat langsung karaktersitik fisik dari saluran reproduksi. Gonad pada burung dewasa lebih mudah untuk dilihat dibanding pada anakannya. Laparoskopi dilakukan dengan melakukan sayatan kecil disisi tubuh burung, sehingga organ seks dapat terlihat dengan laparoskop atau otoscope.

Pada anakan betina, indung telur terkadang jarang ditemukan. Laparoskopi sering membutuhkan anastesi dan dapat mengakibatkan resiko cedera yang tinggi pada organ vital yang mengakibatkan kematian pada burung saat dilakukan pra-pemeriksaan.

c. Sexing steroid pada feses

Sexing steroid pada feses berdasarkan tingginya tingkat hormon esterogen/testosteron (E/T) pada feses burung. Pada burung betina rasio E/T lebih tinggi bila dibandingkan denganburung jantan.

Feses segar dari burung menjadi salah satu komponen penting, karena adanya perbedaan musiman dan usia terkadang hasil yang didapat menjadi tumpang tindih sesekali pada rasio hormon saat bukan musim kawin. Hasil yang baik akan didapat saat musim kawin berlangsung.

d. Karyotyping

Metode ini menggunakan isolasi kromosom dan kariotipe yang didapat dari isolasi sel darah atau bulu. Karena sebagian besar kromosom dari burung mikrokromosom sehingga sangat
sulit dilakukan perhitungan untuk mendapat hasil yang akurat.

Karena ukurannya yang besar kromosom Z sangat mudah dibedakan dengan kromosom W.
Seseorang yang sudah terlatih dan berpengalaman dapat dengan mudah mendapat hasil yang akurat. Kelemahan dari metode ini adalah prosedur yang terlalu memakan waktu.

Identifikasi Jenis Kelamin dengan Metode Molecular

Pendekatan pada level molecular menggunakan berbagai teknik, seperti Polymerase Chain Reaction-Random Amplified Polimorfic DNA (PCR-RAPD), Amplifikasi Loki Mikrosatelit, Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP), dan PCR sederhana. Masing-masing
teknik terjabarkan sebagai berikut:

a. Random Amplified Polimorfic DNA (PCR-RAPD)

Metode ini menggunakan primer-primer pendek sekitar 10 basa. Primer-primer ini akan bekerja mengamplifikasi serangkaian lokus dan menghasilkan pola elektroforesis berupa untaian pita pada tiap jenis. Pola tertentu akan diketahui hanya terdapat pada jenis tertentu saja.

b. Amplifikasi Loki Mikrosatelit

Metode ini menggunakan mikrosatelit yang merupakan fragmen DNA berukuran pendek yang terdapat pada genom berulang. Hasil yang didapat berupa pola elektroforesis berupa untaian pita yang mengahasilkan fragmen spesifik pada betina.

c. Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP)

Menurut Becker dkk, analisis pola restriction fragment dihasilkan saat DNA dicerna oleh enzim restriksi. Metode analisis restriction fragment didasari oleh fakta bahwa tidak ada dua orang atau lebih yang kembar identik mempunyai sekuens basa DNA yang persis.

Walaupun perbedaan sekuens DNA diantara dua orang cukup kecil, tetapi terdapat perubahan
panjang 23 fragmen-fragmen DNA yang diproduksi oleh enzim restriksi. Perbedaan dalam panjang fragmen disebut Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP).

d. Chromo-Helicase DNA-binding (CHD)

Gen CHD (chromo-helicase-DNA-binding) merupakan gen yang terdapat pada kromosom sex dan dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin burung secara molecular Burung betina memiliki gen CHD-W dan CHD-Z yang akan teramplifikasi menjadi dua sequence saat PCR.

Sedangkan burung jantan memiliki dua gen CHD-Z yang ketika teramplifikasi saat proses PCR hanya satu sequence. Ketika gen-gen tersebut dielektroforesis maka sampel betina akan tampak memiliki dua pita (bands) sedangkan jantan hanya tampak satu pita (band).

Primer-primer yang dikembangkan untuk amplifikasi gen CHD dapat dilihat pada Tabel pada bawah ini:

PrimersSequence Nukleotida
P25´-TCTGCATCGCTAAATCCTTT-3´
P8 5’-CTCCCAAGGATGAGRAAYTG-3’
2550F 5´-GTTACTGATTCGTCTACGAGA-3´
2718R 5´-ATTGAAATGATCCAGTGCTTG-3´
1237L5´-GAGAAACTGTGCAAAACAG-3´
1272H5´-TCCAGAATATCTTCTGCTCC-3´

8. Menggali Tanah

Fakta Burung jalak bali ini mungkin aneh karena jalak bali merupakan hewan yang herbivora (pemakan segalanya), contohnya pisang dan kroto. Jalak bali biasanya akan mengunakan paruhnya untuk menggali tanah, hal tersebut bertujuan untuk mencari makan, seperti cacing dan serangga.

9. Musim Kawin Jalak Bali

Burung Jalak bali merupakan hewan yang setia terhadap satu pasangan dalam seumur hidupnya, Hal itu disebut dengan istilah monogami. Jalak bali mulai melakukan proses kawin pada umur 7 sampai 9 bulan.

Musim kawin jalak bali hanya dapat menghasilkan maksimal 3 butir telur, dan telur tersebut akan dierami bersama kedua indukan selama kurang lebih 16 hari. Setelah bertelur jalak bali akan bertelur lagi ketika anaknya sudah berusia 4-5 minggu atau biasanya berjarak 2 bulan.

Ciri-Ciri Jalak Bali

ciri ciri jalak bali

Jalak bali tentu saja memiliki ciri-ciri yang sangat khas, berikut ini daftar ciri-ciri burung Jalak bali:

  • Bulunya memiliki warna putih bersih dan memikat
  • Mata berwarna coklat tua
  • Sekitar kelopak mata berwarna biru tua
  • Jambul yang berdiri tegak
  • Kaki berwarna abu-abu kebiruan
  • Paruh runcing dengan warna abu-abu kehitaman dan ujung berwarna kecokelatan
  • Ukuran kecil
  • Panjangnya sekitar 25 cm
  • Telurnya berdiameter 2-3 cm

Perbedaan Burung Jalak Bali Jantan Dan Betina

KARAKTERISTIKJANTANBETINA
JambulLebih panjang dari pada
betina dan berbentuk
kuncir
Panjang jambul relatif
sama
Pangkal paruhTerdapat bagian bulu-
bulu yang berdiri
Merupakan kuncir dan
tampat lebih tebal
Pangkal paruh lebih tipis
Permukaan sekitar mataMempunyai benjolanRelatif lebih halus
AktivitasLebih agresif aktivitasnyaCenderung lebih
menunggu pasangannya
Body/tubuhLebih besar dan gemukLebih ramping

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu pemikiran di “Keunikan Dan Fakta Burung Jalak Bali”