Masa Kecil Yang Indah

Banyak moment kehidupan pengalaman pribadi seseorang yang telah dikerjakan. Mulai dari masa kecil, dewasa hingga masa tua. Sudah banyak moment yang telah saya lalui hingga usia ku yang sekarang beranjak 17an tahun ini.

Dalam artikel ini saya akan menceritakan secuil cerita singkat, sejenis cerpen pengalaman pribadi dari kehidupan saya.

Lebaran Di Kampung

Berkunjung ke rumah saudara dan kerabat merupakan hal yang afdhol bagi masyarakat Indonesia ketika lebaran tiba. Apalagi untuk bersilaturahim syawalan halal bihalal yang telah menjadi adat tahunan di negara kita tercinta ini.

Ketika saya berusia kecil sekitar 7-13 tahun acara ini merupakan perkara penting dalam hidup hehe. Angpao telah melambai-lambai di benak kita. Apalagi hadiah dari orang tua kita sendiri berkat usaha dan kerja keras dalam bulan ramadan.

Biasanya orang-orang memberi angpao atau uang THR kepada anak-anak tanpa ada alasan yang mendasar. Namun bagi keluarga kami, diajarkan untuk memberi angpao sesuai dengan prestasi anak tersebut. Meski hanya berselisih jumlah sedikit dengan mereka yang kurang prestasi dalam ibadah ramadan.

Keluarga saya menganggap itu bentuk pendidikan anak agar selalu terpacu untuk memberi apapun yang dia bisa lakukan di bulan suci ramadhan guna meraih kebaikan di bulan selanjutnya. Termasuk THR ini. Sebuah prestasi harus dihargai dalam bentuk apapun agar anak selalu memiliki misi dalam setiap langkahnya.

Berjalan dari rumah dengan ayah ibu dan adik kecil kami sekeluarga mengendarai sepeda motor yang di kendarai ayah berbonceng 4 dalam satu kendaraan. Saya duduk di depan (karena masih kecil) dan ibu duduk di belakang ayah dengan menggendong bayi kecil, adikku tercinta.

Kami biasa silaturahim ke tempat kakek nenek dan saudara ayah dahulu pada hari H lebaran yakni 1 syawal dan ke tempat kakek nenek dan saudara dari ibu di hari kedua syawal.

Meski berdempetan dalam kendaraan roda dua, hati riang selalu menyertai perjalanan kami. Tak lupa doa selalu kami ucapkan guna meminta kepada Allah atas perlindungan untuk kami.

Sesampai di tempat nenek kami langsung mengadakan acara sungkeman halal bihalal dan acara lain pada umumnya. Bertemu kakek, nenek, pakdhe, budhe, sepupu dan sanak saudara lain membuat hati senang dan rindu pada mereka terobati.

Setelah sungkeman biasanya jalan-jalan keliling desa mengunjungi tetangga di kampung ibu dan ayah. Lumayan biasanya di kasih uang 10,000 atau 5000 dan juga mencicipi jajanan atau hidangan yang ada di meja. Tentu jangan sampai tertipu dengan kaleng KongHuan karena isinya belum tentu asli KongHuan tetapi isinya kerupuk Rengginang

Hobi Yang Menyenangkan

Saya memiliki hobi yang sangan menyenangkan yaitu membaca. Kenapa membaca karena dengan membaca kita dapat ilmu pengetahuan baru dan dapat berimajinasi. Saya sangat suka membaca Novel dan juga sejarah dunia. Sampai-sampai 1 hari saya bisa menghabiskan 1 buku dengan halaman 500an.

Kenapa aku suka membaca ? .Karena kakak ku selalu membeli buku buku dan novel aku pun juga membeli buku sehingga novel kita di kumpulkan bisa mencapai satu lemari lebih.

Sudah banyak Novel yang kubaca. Genre yang biasanya ku baca adalah petualangan dan juga masa SMA. Penulis paling ku suka adalah Tere Liye hampir semua novel yang dia tulis pernah ku baca. Karena buku yang ia tulis penuh dengan pengetahuan, imajinasi yang luas dan alur yang mantap.

Adalah Pulang, Pergi, Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Ceros dan Batozar, Komet, Komet Minor, Nebula, Rembulan Tengelam di Wajahmu, Burlian, Amelia, Pukat ,Eliana, Dia Adalah Kakakku, Negri Di Ujung Tanduk, Negri Para Bedebah, Hujan, Selena, Ayahku (bukan) Pembohong, Rindu, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Dan masih banyak lagi mungkin aku malas menyebutkan nya karena masih banyak lagi

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *